Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Tuesday, February 16, 2010

acker Ancam Bombardir Situs Pemerintah Bila Internet di Batasi

SIDNEY - Hacker-hacker di Australia diperkirakan akan terus melakukan serangan ke situs-situs pemerintah Australia, bila pemerintah tetap memberlakukan kebijakan 'filtering' konten di internet.

BBC, Senin (15/2/2010) melansir, pada Kamis 11 Februari lalu, kelompok hacker bernama 'Anonymous' melancarkan serangan ke beberapa situs pemerintah Australia. Situs parlemen Australia pun tak luput dari serangan dan tak dapat diakses sekira satu jam.

Serangan tersebut merupakan serangan untuk memprotes rencana filter internet tersebut. Pemerintah Australia dikabarkan tengah menggodok rancangan peraturan yang bakal menyensor konten pornografi internet di negeri Kangguru.

Seorang hacker mengklaim, meraka telah didukung lebih dari 500 orang hacker untuk menyerang situs-situs pemerintah bila kebebasan mereka berselancar di dunia maya dikekang. Metode yang digunakan para hacker akan membuat pemerintah kesulitan untuk melacak para pelaku. Pasalnya mereka menggunakan cara yang dikenal sebagai Distributed Denial of Service (DDoS).

Penyaringan konten internet di Australia rencananya akan dimulai pada tahun 2011. Teknologi yang digunakan diklaim pemerintah Australia merupakan teknologi yang 100 persen efektif untuk menyaring konten seperti pornografi. (rah/okezone)

Wednesday, February 3, 2010

Koneksi Internet Tercepat di Dunia

TOKYO (TechnoL)— Negara-negara Asia Timur yang dipimpin oleh Korea Selatan, Hongkong, dan Jepang, merupakan negara-negara yang memiliki jaringan kabel yang paling bagus di dunia dengan kecepatan berselancar melalui internet yang paling tinggi.

Korsel memiliki koneksi rata-rata yang paling cepat dan tinggi di seluruh dunia, yaitu 14,6 megabit per second (Mbps). Jepang menduduki peringkat kedua dengan rata-rata kecepatan internet 7,9 Mbps, yang kemudian diikuti oleh Hongkong dengan 7,6 Mbps.

Hal tersebut mencuat dalam laporan yang dilakukan oleh network provider yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Akamai Technologies.

Negara lain yang berada dalam 10 besar di antaranya Romania, Swedia, Irlandia, Belanda, Swiss, Denmark, dan Ceko. Sementara itu, AS justru menduduki peringkat ke-18 dengan kecepatan rata-rata 3,9 Mbps.

Survei yang dilakukan oleh Akamai Technologies tersebut mengklasifikasikan koneksi broadband dengan kecepatan 2 Mbps atau lebih, high broadband dengan 5 Mbps atau lebih, sementara itu koneksi dengan 20 Mbps dikategorikan sebagai extremely high speed connectivity.

Di Korsel, 74 persen koneksi termasuk dalam high speed broadband. Ini merupakan peringkat yang paling bagus di seluruh dunia. Sementara itu, kategori yang sama di Jepang hanya mencakup 60 persennya dan di Hongkong hanya 46 persennya.

State of the Internet dalam laporan Akamai menyebutkan, saat ini permintaan untuk konten online-video cukup tinggi. Itu sebabnya koneksi yang dibutuhkan pun harus lebih cepat. (KONTAN/Femi Adi Soempeno)

Tuesday, February 2, 2010

Jaman Anak Generasi Internet, Hiburannya Warnet

JAKARTA — Gerombolan anak lelaki itu berteriak seru layaknya suporter sepak bola. "Hiat, kiri dong... kiri... itu... itu musuhnya! Hajar... hajar," teriak salah seorang anak. Mata mereka tertuju pada sebuah layar komputer di sebuah warung internet atau warnet yang mereka sewa bersama.

Rupanya, mereka tengah bermain game online. Salah satu di antara mereka, Andi, mengaku sering datang ke warnet yang terletak di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, itu untuk bermain game. "Main Facebook juga," katanya saat berbincang di warnet Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu (31/1/2010).

Tak jauh dari komputer yang disewa Andi, segerombol anak perempuan juga duduk tenang di depan layar. Bedanya, mereka tidak berteriak-teriak layaknya gerombolan anak laki-laki. Terlihat di layar komputer, sang anak perempuan sedang mengutak-utik aplikasi game Farmville yang temanya berkebun dan beternak di Facebook masing-masing.

"Biasanya buka Facebook. Kadang game online. Kadang-kadang doang. Biasanya enggak bareng-bareng, enggak lama, setengah jam doang," ujar Tia yang masih duduk di kelas V SD.

Rupanya, setiap hari libur seperti Sabtu dan Minggu, warnet milik Yusuf itu dipenuhi anak-anak sejak pagi hingga malam hari. "Kalau hari libur, mereka (anak-anak) dari pagi pukul 08.00 sampai 18.00 lewatlah," kata Yusuf.

Diakui Yusuf, pelanggan setia warnetnya memang anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP. Biasanya, lanjut Yusuf, anak-anak itu menghabiskan uang paling banyak hingga Rp 10.000 untuk sekali main di warnetnya. "Biasanya yang paket 3 jam Rp 9.000 atau empat jam paling lama," kata Yusuf.

Fenomena anak memenuhi warnet memang tak asing lagi saat ini. Yusuf pun mengakui bahwa anak-anak yang berkunjung ke warnetnya sudah pintar mengoperasikan komputer berakses internet. "Emang ya aneh juga. (Mereka) pinter-pinter banget, malah udah ngertian dia (anak-anak). Kalau soal game, dia yang lebih tahu," katanya.

Yusuf juga bercerita, gaya hidup anak-anak zaman sekarang memang berbeda dengan masa kanak-kanak Yusuf. "Beda anak sekarang. Kalau zaman dulu kan biasa maen di lapangan. Beda zaman, pada paham internet. Sekarang kan di sekolah tugas-tugas pakai komputer sih," tuturnya.

Memang, saat ini teknologi informasi semakin berkembang. Serbuan informasi media baru, seperti internet, tak dapat dihindari. Begitupun dengan anak-anak. Sifat internet yang interaktif memang menarik minat anak-anak, terlebih saat ini sistem pendidikan di sekolah-sekolah mewajibkan siswanya terbiasa dengan teknologi.

"Kadang ada juga yang ke warnet untuk bikin tugas. Tugas-tugas mereka (anak-anak) kan pakai komputer, cari di internet," imbuh Yusuf.

Untuk mengantisipasi kenakalan anak yang membolos sekolah demi bermain di warnet, Yusuf mengaku telah melarang anak-anak yang berseragam masuk ke warnetnya. "Kalau pakai seragam enggak boleh masuk," imbuhnya. [credit: kompas]

Thursday, January 21, 2010

Pembicaraan Teknologi Paling Rame di Twitter

Riset (TechnoL)--Riset terbaru menemukan bahwa produk teknologi paling banyak dibicarakan melalui jejaring pesan singkat Twitter.

Menurut hasil riset Edelman dan Brandtology tercatat sebanyak 101.866 pembicaraan online yang terlacak dalam DBI 2 Oktober – Desember 2009. Angka itu hampir dua kali lipat dari pembicaraan online yang terlacak dalam DBI 1, periode Juli–September 2009, yaitu 58.658 pembicaraan

Perusahaan itu mendapati popularitas Twitter meningkat dan menjadi saluran yang paling sibuk untuk berbagi berita tentang merek teknologi, dengan peningkatan 94% dibandingkan dengan DBI 1 atau 45,7% dari total pembicaraan online yang terlacak.

Sementara forum adalah salah satu saluran tersibuk (43%) dengan kontribusi 27,54% dari total keseluruhan pembicaraan online tentang merek teknologi yang berhasil dilacak.

Sedangkan Google naik ke peringkat pertama sebagai merek teknologi yang paling banyak dibicarakan dari sebelumnya nomor 3. Sedangkan Intel turun ke posisi keenam yang sebelumnya nomor 1.

Pendatang baru di DBI adalah MSN dengan 3.921 penyebutan, walaupun diskusi tentang merek ini masih lebih banyak di seputar layanannya.

Dalam DBI 1, Twitter hanya meraih posisi ketiga sebagai saluran paling sibuk, dengan 5.721 penyebutan. Namun dalam DBI 2, Twitter mencatat 53.697 penyebutan menyumbangkan 45,7% dari total keseluruhan pembicaraan online tentang merek teknologi yang terlacak. Twitter juga menjadi merek teknologi nomor dua yang paling banyak dibicarakan dengan 7.416 penyebutan.

Walaupun Twitter adalah saluran yang paling sibuk, ada komposisi yang berbeda dalam hal penggunaan saluran untuk topik-topik tertentu. Twitter menjadi saluran yang paling banyak digunakan untuk merek yang berhubungan dengan Internet (72,7%), diikuti oleh Forum (12,8%), Situs Berita (9,56%), Review (3,27%), Blog (1,36%) dan Situs Jejaring Sosial (0,19%)

Sedangkan Twitter mendominasi penggunaan saluran untuk diskusi tentang merek yang berhubungan dengan Telepon Genggam dan Telekomunikasi (58,6%), diikuti oleh Forum (24,8%), Situs Berita (9,91%), Review (3,54%), Situs Jejaring Sosial (2,55%) dan Blog (0,53%)

Twitter juga mendominasi penggunaan saluran untuk diskusi tentang merek yang berhubungan dengan Perangkat Lunak (57,4%), diikuti oleh Forum (32,6%), Situs Berita (6,54%), Review (1,79%), Blog (1,27%) dan Situs Jejaring Sosial (0,23%)

Forum adalah saluran yang paling banyak digunakan untuk diskusi merek yang berhubungan dengan Perangkat Elektronik (50,9%), diikuti oleh Twitter (38,7%), Situs Berita (6,58%), Review (1,82%), Blog (1,05%) dan Situs Jejaring Sosial (0.86%)

Untuk merek yang berhubungan dengan Teknologi Informasi, Forum mendominasi sebagai saluran yang paling sibuk (82,1%), diikuti oleh Twitter (9,35%), Situs Berita (6,05%), Reviews (1,45%), Blog (0,88%) dan Situs Jejaring Sosial (0,07%)

“Hasil dari DBI yang kedua ini menunjukkan kepada kita bahwa merek tak bisa hanya mengandalkan pada satu atau dua saluran saja untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingannya. Karena saluran yang berbeda menampung pengguna yang berbeda pula, merek harus menerapkan pendekatan multi-platform dalam kampanye yang mereka lakukan,” ungkap Nanda Ivens, Direktur Edelman Digital, di Jakarta.

“Kami juga melihat bahwa Twitter mengalami pertumbuhan yang sangat besar dan peningkatan pengaruh yang sangat tinggi, dan oleh karenanya merek tidak bisa lagi meragukan pentingnya arti kehadiran mereka di Twitter. Akan tetapi, perencanaan dan strategi materi kampanye yang matang berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu kampanye engagement,” tambahnya.

Hasil dari DBI 2 mencerminkan pentingnya merek mempertahankan posisi mereka di beragam saluran. Misalnya, dalam kategori Average Engagement, AMD meraih posisi pertama dengan skor 2,50, diikuti oleh Asus dengan skor 2,45, dan Intel dengan skor 2,43.

Peringkat engagement yang sedemikian tinggi bagi beberapa merek ini ternyata tidak terjadi di Twitter, melainkan di Forum. Pengaruh Twitter terhadap merek teknologi meningkat, tapi Forum masih tetap memegang peranan penting.

“Para pemilik merek seharusnya tidak hanya mengukur peringkat online buzz and engagement mereka, tetapi juga secara aktif mengidentifikasi dan melibatkan diri dalam saluran-saluran dengan pelaku-pelaku yang penting di saluran-saluran tersebut. Ini menunjukkan niat baik dari merek tersebut, yang pada akhirnya akan meningkatkan penjualan,” ungkap Kelly Choo, Co-founder & Business Development Director of Brandtology.

DBI dilakukan di delapan negara di Asia Pasifik yakni Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Singapura. [inilah]

Wednesday, January 20, 2010

Bill Gates Si Jenius Pakai Twitter

Seattle (TechnoL)-- Bill William Gates, si jenius pendiri Microsoft kini menyempatkan diri berbagi menggunakan jejaring Twitter. Kemunculan Bill Gates ini tentu mengejutkan. Sebelumnya ia juga menggunakan Facebook namun ia menyerah karena banyaknya orang asing yang ingin menjadi temannya.

Belum sehari sejak posting pertama muncul, Bill Gates telah memperoleh follower lebih dari 130.000 orang. Meski demikian, ia baru menjadi following bagi 40 orang. Selain Microsoft, beberapa orang yang diikutinya antara lain Ratu Yordania Rania Al Abdullah, Presiden AS Barack Obama, dan artis Ashley Tisdale.

"Hello World." Hard at work on my foundation letter - publishing on 1/25." Itulah posting pertama yang ditulis Bill Gates, Selasa (19/1/2010) sore waktu AS atau Rabu subuh WIB tadi. Sampai Rabu sore, sudah 5 posting informasi yang ditampilkannya.

Dua postingan berikutnya adalah retweet (RT) atau tulisan pengguna Twitter lain yang disalinnya. Masing-masing soal hasil pengumpulan dana untuk Haiti yang ditulis Ryan Seacrest, pembawa acara radio dan TV terkemuka, dan informasi laporan langsung tentang penanganan korban gempa Haiti yang disediakan Majalah Time.

Sementara dua posting lainnya berisi ucapan terima kasih untuk Ryan Seacrest atas upayanya membantu warga haiti. Posting terakhir atau yang kelima juga ucapan terima kasih kepada @aplusk (Ashton Kutcher) dan semua pengguna Twitter yang menyambutnya dengan tangan terbuka. Dalam posting tersebut Bill Gates juga mengaku harus belajar banyak menggunakan Twitter dan siap berbagi.

"@aplusk thanks to you and all the other people who have welcomed me. I've got a lot to learn about Twitter but look forward to sharing more," tulis Bill Gates.